213 Hektar Sawah di Tanah Abang PALI Terendam Banjir, Petani di Ambang Gagal Panen

PALI — TEROPONGSUMSEL.COM
Banjir akibat luapan Sungai Lematang tak hanya merendam permukiman warga di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tetapi juga memukul keras sektor pertanian rakyat. 286 hektar sawah produktif milik petani di Kecamatan Tanah Abang dan Abab terendam, mengancam produksi pangan dan pendapatan warga.

Berdasarkan data Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanah Abang per Januari 2026, dari total 753,5 hektar luas tanam sawah di wilayah Kecamatan Tanah Abang sedikitnya 213 hektar dilaporkan terendam banjir. Dampak terparah terjadi di Desa Curup dan Desa Pandan, dua sentra sawah utama di wilayah tersebut.

Di Desa Curup, 50 hektar dari 56 hektar sawah terendam hampir menyeluruh. Kondisi lebih kritis terjadi di Desa Pandan, di mana 96 hektar dari total 98 hektar sawah tidak dapat diselamatkan dari genangan air. Sawah yang terendam sebagian besar berada pada fase vegetatif dan awal tanam, sehingga berpotensi mengalami gagal panen total.

Banjir juga merendam sawah warga di Desa Lunas Jaya seluas 17 hektar dari 106 hektar, serta di Desa Tanah Abang Utara yang seluruh 8 hektar sawahnya dilaporkan tergenang.

Sementara itu, di Desa Sukaraja, sekitar 30 hektar sawah terdampak banjir, disusul desa lain seperti Tanjung Dalam, Muara Sungai, dan Desa Raja dengan luasan terdampak lebih terbatas namun tetap signifikan bagi petani kecil.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Abab. Dari total 423 hektar luas tanam sawah, sekitar 73 hektar tercatat terendam banjir dampak dari luapan sungai Musi serta intensitas curah hujan yang cukup tinggi . Namun, informasi dari warga menyebutkan luasan genangan kemungkinan bertambah, seiring air Sungai Musi dan Lematang yang belum sepenuhnya surut.

Terendamnya ratusan hektar sawah ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan petani. Selain ancaman gagal panen, banjir juga berpotensi merusak struktur tanah, menunda musim tanam berikutnya, serta meningkatkan biaya produksi akibat kebutuhan tanam ulang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten PALI mencatat banjir di Kecamatan Tanah Abang berdampak pada sekitar 3.450 kepala keluarga (KK) di sejumlah desa, dengan ketinggian air mencapai rata rata 80–90 sentimeter di beberapa titik. Banjir juga menyebabkan satu rumah warga roboh di Desa Tanah Abang Selatan akibat kondisi bangunan yang rapuh.

Hingga kini, warga berharap adanya langkah cepat pemerintah daerah, tidak hanya dalam penanganan banjir, tetapi juga pemulihan sektor pertanian, termasuk pendataan kerusakan sawah, bantuan benih, serta skema perlindungan bagi petani terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas pertanian Kabupaten PALI belum memberikan keterangan resminya. (Red)

Related posts

Leave a Comment